Dalam upaya membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan sejak dini, SD Islam Unggulan Insan Pratama kembali menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa). Kegiatan tahunan ini diikuti seluruh peserta didik kelas 1 hingga 6, dengan dukungan penuh dari para guru dan pelatih pramuka.

Menurut Bu Dewi, pembina pramuka SD Insan Pratama, kegiatan ini menjadi momen penting bagi siswa untuk belajar di luar kelas.
“Perjusa bukan hanya soal berkemah. Ini latihan agar anak-anak menjadi disiplin, kompak, dan mandiri. Mereka belajar akhlak, tanggung jawab, serta bagaimana bekerja sama dengan teman-teman lintas kelas,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung penuh antusias. Peserta kelas 1 dan 2 mengikuti kegiatan hingga sore hari, sementara kelas 3 sampai 6 bermalam di area sekolah. Setiap barung (kelompok kecil) terdiri dari siswa lintas kelas agar mereka bisa berinteraksi dan saling mengenal.

Rangkaian kegiatan dimulai dari apel pembukaan, latihan pioneering, hingga permainan melatih kepekaan indra. Setelah kegiatan siang, anak-anak mengikuti salat Jumat, keputrian, dan materi kepramukaan, lalu malam harinya menampilkan lomba yel-yel dan pentas seni yang disaksikan oleh orang tua.
Kegiatan ini menjadi semakin bermakna karena dipadukan dengan pembinaan spiritual khas pesantren, seperti salat berjamaah, tahajud, dzikir bersama, kultum, dan salat duha.
“Anak-anak tidak hanya berlatih kemandirian, tapi juga dibimbing untuk menjaga nilai-nilai agama di setiap aktivitas,” tambah Bu Dewi.
Pelatih pramuka Kak Sofi, dari kontingen Sukamulya, menuturkan bahwa siswa-siswi SD Insan Pratama dikenal aktif dan ekspresif.
“Kegiatannya jadi hidup dan seru. Anak-anak cepat tanggap dan berani tampil — suasananya penuh semangat,” ujarnya.

Selain memperkuat jiwa kepemimpinan, Perjusa juga menjadi sarana bagi guru untuk mengenal karakter setiap siswa lebih dalam.
“Ada anak yang di kelas pendiam, tapi saat kegiatan di lapangan justru tampil berani dan memimpin,” ungkap Bu Dewi.

Para orang tua pun memberikan apresiasi tinggi.
Pak Puna, wali dari Nabel kelas 6, mengungkapkan rasa bangganya,
“Acara seperti ini bagus sekali untuk membentuk anak agar lebih mandiri. Walau sempat khawatir, kami percaya guru-guru Insan Pratama selalu memperhatikan anak-anak dengan baik.”
Sementara Pak Aan, wali dari Mikaela kelas 3, menilai kegiatan ini penting di tengah era digital.
“Kegiatan luar kelas seperti ini melatih silaturahmi, kepemimpinan, dan aktivitas fisik. Konsep lintas kelas juga menarik karena anak-anak belajar kerja sama,” ujarnya.

Dalam amanat pada upacara Api Unggun, Kepala Sekolah SD Islam Unggulan Insan Pratama menyampaikan pesan bermakna melalui simbol api unggun:
- Jadilah penerang bagi sekitar dengan ilmu kalian karena ilmu adalah cahaya.
- Jadilah penghangat yang membawa kenyamanan.
- Jadilah pemersatu dalam kelompok.
- Jadilah teladan bagi sesama.

Perkemahan Jumat–Sabtu tahun ini tidak hanya meninggalkan kesan gembira, tetapi juga menumbuhkan jiwa pemimpin yang mandiri, tangguh, dan berakhlak mulia — cerminan visi SD Islam Unggulan Insan Pratama dalam membentuk generasi yang berilmu dan berkarakter.